Kamis, 19 Januari 2017

Tujuan Bai’at


“Sumpah Bai’at ini bertujuan untuk mengumpulkan orang-orang benar yang tak dapat dipengaruhi dunia dan membawa berkat bagi Islam dengan berkhidmat untuk penyebarannya dengan cita-cita yang sama. Kelompok ini tidak boleh terdiri dari orang-orang Islam yang malas, tak berguna, dan bermulut besar yang melalui perpecahan dan amal buruk mereka telah menyebabkan kerugian tak terhitung bagi Islam serta mengotori wajah Islam yang bersih. Jemaat ini juga tidak boleh terdiri dari orang-orang yang mengisolasi diri, yang tidak mengenal kepentingan-kepentingan Islam dan permintaan manusia serta kesejahtraan mereka. Jemaat ini harus terdiri dari orang-orang yang menolong si miskin, menjadi ayah si yatim dan siap untuk menyerahkan hidup mereka demi pengabdian untuk Islam.

                Mereka harus berjuang untuk menyampaikan berkat-berkat kepada dunia sehingga air kecintaan Allah dan pengabdian kepada sesame manusia menyatu di bumi. Allah telah merencanakan agar jemaat ini mewujudkan kemuliaan dan kekuasaan-Nya. Dia akan memberkati mereka sehingga dunia dapat menyaksikan kecintaan baru pada Tuhan, tobat dari dosa, kesalehan sejati, kedamaian, niat baik, dan kesejahtraan manusia. Maka kelompok ini akan terdiri dari orang-orang yang didukung oleh Rohulkudus. Ia akan membersihkan mereka dari kekotoran kehidupan baru. Dalam nubuatan-nubuatan-Nya yang penuh berkat, Dia telah menjanjikan kepada saya bahwa Dia akan memperbesar Jemaat ini berlipat ganda dan ribuan orang yang taat akan menggabungkan diri. Dia akan memelihara dan mengembangkan mereka sampai jumlah dan kekuatan mereka akan terlihat mencengangkan bagi para pengamat. Mereka akan memerangi dunia seperti cahaya yang ditempatkan diatas bukit, dan mereka akan menjadi contoh karunia-karunia Islam. Anggota-anggota Jemaat yang benar-benar patuh akan ungul diatas penentangan mereka, dan akan selalu muncul diantara mereka sekelompokorang yang akan dipilih Allah untuk mendukung-Nya sampai dunia berakhir. Inilah yang di inginkan Tuhan kita Yang Maha Kuasa. Dia Maha Kuasa dan melakukan apa yang dia inginkan, karena semua kekuasaan dan kemampuan adalah milik-Nya.”

Qadian, 4 Maret 1889

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar