Oleh: H.M. Syaeful Uyun (Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Indonesia
Wilayah Priangan Timur)
Makalah ini diisajikan dalam Focus Group Discussion ISAIs UIN
Sunan Kalijaga & Jemaat Ahmadiyah Yogyakarta di Ruang Pertemuan Gedung
Rektorat Lt. 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Kamis 27 November 2014
Ahmadiyah: Sekilas Tentang Organisasi
Jemaat Ahmadiyah adalah organisasi dalam Islam bersifat global,
didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, (1835-1908), di kota Ludhiana,
India, pada 23 Maret 1889 M, bertepatan dengan tahun 1306 H.
Jemaat Ahmadiyah didirikan atas perintah Ilahi melalui Ilham
yang diterima Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as:
ﺍﺼﻨﻊﺍﻠﻔﻠﻚﺒﺂﻋﻴﻨﻨﺎﻮﻮﺤﻴﻨﺎﺍﻦﺍﻠﺬﻴﻦﻴﺒﺎﻴﻌﻮﻨﻚﺍﻨﻤﺎﻴﺒﺎﻴﻌﻮﻦﺍﷲﻴﺪﺍﷲﻔﻮﻖﺍﻴﺪﻴﻬﻢ
Buatlah bahtera itu dengan pengawasan petunjuk
wahyu Kami. Orang-orang yang bai’at kepada engkau, sesungguhnya mereka bai’at
kepada Allah. Tangan Allah ada diatas tangan mereka.(2)
Jemaat Ahmadiyah adalah
organisasi murni keagamaan, didirikan dengan tujuan: ﻴﺤﻲﺍﻠﺪﻴﻦﻮﻴﻘﻴﻢﺍﻠﺸﺮﻯﻋﺔ
- yuhyiddiina wa yuqiimusy-syari’ah – menghidupkan kembali agama dan menegakkan
syari’at Islam, dan ﻠﻴﻈﻬﺮﻩﻋﻠﻰﺍﻠﺪﻴﻦﻜﻠﻪ - liyudhirahu ‘alad-diini kullihi - memenangkan Islam di atas semua agama.
Sebagai organisasi murni keagamaan, Jemaat Ahmadiyah, berlepas
diri dari kancah politik praktis. Jemaat Ahmadiyah hanya fokus pada bidang
agama (dakwah). Missi dakwah Jemaat Ahmadiyah saat ini telah berkembang di 206
negara dengan jumlah pengikut lebih dari 200 juta jiwa.
Sejak berdiri, 1889-1947, Jemaat Ahmadiyah berpusat di Qadian,
India. Sejak 1947-hingga sekarang, Jemaat Ahmadiyah berpusat di Rabwah,
Pakistan. Namun, sejak 1984, organisasi dikendalikan dari London, Inggris,
karena Khalifatul Masih, Imam Jemaat Ahmadiyah, berkedudukan di London,
Inggris, hingga sekarang. []
Ahmadiyah: Profil Pendiri dan Khilafahnya
Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, adalah
seorang ahli tasawwufmodern dan termasuk sufi besar abad 14 H. Pada 1888 beliau memproklamirkan diri sebagai
Mujaddid abad XIV H, dan pada 1889 beliau mendirikan Jemaat Ahmadiyah. Pada
1890 beliau memproklamirkan diri sebagai Al-Masih dan Al-Mahdi Yang Dijanjikan
kedatangannya oleh Nabi Muhammad Saw. Sepanjang hayatnya beliau menulis lebih
dari 80 judul buku. Beliau wafat pada 26 Mei 1908 di Lahore, dan dikebumikan di
Qadian, tempat asal kelahirannya.
Setelah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, wafat (1908), Jemaat
Ahmadiyah di pimpin seorang Khalifah (pengganti), yang dikenal dengan sebutan: Khalifatul Masih. Diberi nama Khalifatul Masih karena ia
pengganti dari Al-Masih al-Mau’ud - Al-Masih Yang Dijanjikan Kedatangannya oleh
Nabi Muhammad Saw. Sepanjang 106 tahun terakhir (1908-2014), lima orang
Khalifatul Masih telah dan sedang memimpin Jemaat Ahmadiyah:
1. Hadhrat Al-Haj Maulana
Hakim Nuruddin ra. (Khalifatul Masih I – 1908-1914)
2. Hadhrat Al-Haj Mirza
Basyiruddin Mahmud Ahmad ra. (Khalifatul Masih II – 1914-1965)
3. Hadhrat Mirza Nasir
Ahmad ra. (Khalifatul Masih III – 1965-1982)
4. Hadhrat Mirza Tahir
Ahmad rha. (Khalifatul Masih IV – 1982-2003)
5. Hadhrat Mirza Masroor
Ahmad atba. (Khalifatul Masih V – 2003-Sekarang)
Ahmadiyah: Latar Nama Ahmadiyah
Nama Ahmadiyah diberikan bukan karena Sang Pendiri bernama
Ahmad. Nama Ahmadiyah diambil dari nama lain Nabi Muhammad Saw, yaitu:
Ahmad.
Didalam Al-Quran, Nabi Muhammad Saw disebut bernama Ahmad: “Dan ingatlah ketika Isa ibnu Maryam
berkata, “Hai, Bani Israil, sesungguhnya aku Rasul Allah kepadamu membenarkan
apa yang ada sebelumku yaitu Taurat, dan memberi khabar suka tentang seorang
rasul yang datang sesudahku namanya Ahmad.” Maka tatkala ia datang kepada
mereka dengan bukti-bukti jelas, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang
nyata.”(5)
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Pendiri Jemaat Ahmadiyah, mengambil
nama Ahmad Nabi Muhammad Saw, untuk nama organisasi yang didirikannya, karena
menurut beliau, zaman ini adalah zaman kebangkitan kembali Islam untuk kedua
kalinya dan untuk selama-lamanya, yang akan dicapai dengan penzahiran sifat
Ahmad-nya Nabi Muhammad Saw.
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi-Masih Mau’ud as:
“Mengapa golongan ini diberi nama Ahmadiyah? Sebabnya karena
Nabi Besar Muhammad Saw., memiliki dua nama, yaitu Muhammad dan Ahmad. Nama
Muhammad adalah nama yang bersifat Jalali (gagah) yang
didalamnya mengandung nubuwatan bahwa Beliau Saw, akan menghukum para musuh
dengan pedang karena mereka telah menyerang Islam dengan pedang pula dan telah
membunuh banyak sekali orang Islam. Akan tetapi nama Ahmad adalah nama yang
bersifat Jamali (lemah-lembut) yang memiliki maksud bahwa Yang
Mulia Saw, akan menyebarkan kedamaian dan keindahan (Islam) ke seluruh dunia.
Singkatnya Allah Ta’ala telah memberikan dua nama tersebut dengan tujuan:
Pertama, Yang Mulia Rasulullah Muhammad Saw, menzahirkan nama Ahmad-nya pada
masa awal kehidupan Islam di Makkah, yang mengajarkan keteguhan dan kesabaran.
Kedua, kemudian Beliau Saw, menzahirkan nama Muhammad-nya dalam masa
kehidupan di Madinah dan di sana berdasarkan kebijakan Allah Ta’ala sesuai
kondisinya terpaksa harus membalas, menghukum dan menghancurkan para penentang
Islam. Akan tetapi sudah dinubuwatkan bahwa nanti di Akhir Zaman nama Ahmad
akan dizahirkan kembali melalui seseorang yang dengan perantaraannya sifat
Ahmad (lemah-lembut) dari Rasulullah Muhammad Saw, akan di zahirkan kembali.
Dan beliau akan menghabiskan (menghilangkan) semua peperangan. Maka berdasarkan
hal inilah nama golongan ini sangat tepat diberi nama Jemaat Ahmadiyah supaya
setiap orang begitu mendengar nama ini dapat memahami bahwa golongan ini datang
ke dunia untuk menyebarkan perdamaian dan persaudaraan serta golongan ini
sedikit pun tidak ada hubungannya dengan peperangan, perkelahian, dan tindakan
anarki. Maka, wahai Saudara-saudara! Nama ini penuh berkah bagi anda dan bagi
setiap orang yang mencari aman dan kedamaian. Nama golongan ini memberikan
khabar suka tentang keamanan dan kedamaian. Golongan yang penuh berkah ini
sudah banyak ditulis dan disebut dalam kitab para Nabi terdahulu serta banyak
sekali isyarat atau tanda-tanda akan kemunculannya. Tuhan telah memberkahi nama
ini. Wahai Tuhan! Masukanlah orang-orang Islam di seluruh belahan bumi kedalam
golongan yang berberkah ini supaya racun pertumpahan darah manusia hilang sirna
secara total dari hati mereka dan mereka menjadi abdi-abdi Engkau. Wahai Tuhan
Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana! Jadikanlah demikian”.(6)
Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, Khalifatul Masih-Imam
Jemaat Ahmadiyah ke-II ra, menjelaskan: Nama Ahmadiyah tidak menunjukan agama
baru. Nama Ahmadiyah dimaksudkan supaya Jemaat ini dapat ditampilkan kepada
dunia, nyata bedanya daripada kalangan lain yang juga menyebut dirinya
orang Islam. Dewasa ini tiap-tiap golongan menamai diri masing-masing menurut
daya khayal masing-masing. Nama Ahmadiyah diambil dengan tujuan untuk
membedakan dengan golongan lain yang didirikan menurut daya khayal mereka
masing-masing.(7)
Ciri paling menonjol yang membedakan Ahmadiyah dengan golongan
lain terletak pada namanya: Ahmadiyah, yang menampilkan kecantikan, keindahan, dan
ketinggian akhlaq Nabi Muhammad Saw, santun, toleran dan damai. Missi
perjuangan Ahmadiyah pun: ﻴﺤﻲﺍﻠﺪﻴﻦﻮﻴﻘﻴﻢﺍﻠﺸﺮﻋﺔ dan ﻠﻴﻈﻬﺮﻩﻋﻠﻰﺍﻠﺪﻴﻦﻜﻠﻪ, akan
ditempuh, hanya dengan menampilkan keindahan, kecantikan, dan ketinggian
akhlaq Nabi Muhammad Saw, yakni dengan cara-cara yang santun, toleran dan
damai. Jemaat Ahmadiyah mempunyai motto: Islam = Peace (Islam = Damai). Ahmadiyah = Love for All Hatred for None. (Ahmadiyah = mencintai semua orang, tidak
membenci siapa pun).
Berlatar nama Ahmadiyah, yang menampilkan kecantikan, keindahan, dan
ketinggian akhlaq Nabi Muhammad Saw, Jemaat Ahmadiyah pun dimana-mana, dan
kemana-mana di seluruh dunia, selalu mengampanyekan:
• Loyalty – Kesetiaan (kepada bangsa dan negara)
• Freedom – Kemerdekaan (kemerdekaan dari penjajah, kemerdekaan dari
nafsu, kemerdekaan beragama dan beribadah menurut ajaran agama dan kepercayaan)
• Equality – Kesetaraan (antara satu suku bangsa dengan bangsa lain,
antara bangsa berkulit putih atau hitam, antara laki-laki dan perempuan)
• Respect – Menghargai, Menghormati (antara satu suku bangsa dengan
bangsa lain, antara satu agama dengan agama lain, dan antara satu aliran dengan
aliran agama yang lain)
• Peace – Damai (antara satu suku bangsa dengan bangsa lain,
antara satu agama dengan agama lain, antara satu aliran agama dengan aliran
agama yang lain)
• Love for all hatred
for none – mencintai semua
orang, tidak membenci siapa pun. []
Ahmadiyah: Sumber Pokok Ajaran
Sebagai organisasi Islam, Jemaat Ahmadiyah tidak mempunyai
sumber lain selain dua sumber pokok ajaran, yaitu: Al-Quran dan Sunnah Nabi
Muhammad Saw. Jemaat Ahmadiyah meyakini, tiada agama kecuali Islam, tiada kitab
suci kecuali Al-Quran, dan tiada panutan kecuali Baginda Nabi Muhammad, Khatamun-Nabiyyin Saw.
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as:
“Tidak ada agama bagi kami kecuali agama Islam dan tidak ada
Kitab bagi kami kecuali Al-Quran Kitab Allah Yang Maha Tahu. Tidak ada Nabi
panutan bagi kami kecuali Nabi Muhammad, Khatamun-Nabiyyin Saw”.(8)
“Tidak ada kitab kami selain Al - Qur’an Syarif dan tidak ada
Rasul kami kecuali Muhammad Musthafa Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Tidak ada
agama kami kecuali Islam dan kita mengimani bahwa Nabi kita, Muhammad
shallallaahu ‘alaihi wasallam. adalah Khaatamul Anbiya, dan Al - Qur’an Syarif
adalah Khaatamul Kutub”(9)
Kepada para pengikutnya beliau juga memberi nasihat:
“Ada pula bagimu suatu ajaran yang penting, yaitu kamu hendaknya
jangan meninggalkan Al-Quran sebagai benda yang dilupakan; sebab, justru di
dalam Al-Quran-lah terdapat kehidupanmu. Barangsiapa memuliakan Al-Quran ia
akan memperoleh kemuliaan di langit. Barangsiapa lebih mengutamakan Al-Quran
dari segala Hadits dan dari segala ucapan lain, akan diutamakan di langit. Bagi
umat manusia diatas permukaan bumi ini, kini tidak ada Kitab lain kecuali
Al-Quran, dan bagi seluruh Bani Adam kini tidak ada seorang Rasul Juru Syafa’at
selain Muhammad Musthafa Shalallaahu ’alaihi wasallam. Maka berusahalah untuk
menaruh kecintaan yang setulus-tulusnya kepada Nabi Agung itu, dan janganlah
meninggikan seseorang selain beliau dalam segi apa pun agar di langit kamu dicatat
dalam daftar orang-orang yang memperoleh keselamatan”.(10)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar