Oleh : Taufik Khalid & Denz Asad
Khalifah Islam
Ahmadiyah Internasional, Mirza Masroor Ahmad, dalam Jalsah Salanah (pertemuan
tahunan) yang ke 50 di Inggris, mengumumkan bahwa, sebanyak 584.000 orang telah
menyatakan baiat ke dalam Islam melalui Ahmadiyah di seluruh dunia dalam satu
tahun terakhir yang tersebar di 209
negara. Bertambah pula dua Negara dalam menerima Ahmadiyah yaitu Paraguay dan
Kepulauan Cayman (Cayman Islands).
Pada Jalsah Salanah
UK tahun inipun yang mulia Mirza Masroor
Ahmad menyampaikan beberapa pencapaian yang telah terlaksana oleh Jemaat Ahmadiyah Internasional sepanjang tahun ini.
Pada tahun lalu, telah
dibangun hubungan baru dengan 49 negara dan juga dengan pertolongan Allah SWT
telah dibangun 721 cabang Jemaat baru di luar Pakistan. Masjid baru pun telah
dibangun sebanyak 299 masjid (120 masjid baru dan 179 sedang dalam proses
pembangunan).
Kini juga telah
dibangun 450 pusat tabligh di seluruh dunia. Al Quran sudah selesai
diterjemahkan ke dalam bahasa Somalia dengan beberapa cetakannya tersedia di
Pameran Buku di Jalsah Salanah UK. 891 buku dan leaflet juga sudah dicetak
dalam 58 bahasa. 600.000 buah buku sudah dicetak di percetakan Jemaat, angka
ini tiga kali lipat lebih banyak dari tahun lalu.
Jemaat juga telah
berpartisipasi dalam 580 pameran buku, 1566 pameran dan 13.000 penjualan buku
tahun ini. Lebih dari 5.000 artikel telah dipublikasikan di berbagai warta
berita dan majalah.
Terjemahan Al Quran
dalam 47 bahasa tersedia di alislam.org yang dijalankan oleh relawan dari UK,
Kanada, Pakistan, dan Amerika Serikat. Khutbah jumat juga telah diterjemahkan
ke dalam 18 bahasa. Majalah Review of
Religions, yang didirikan pada tahun 1902, kini sudah berusia sekitar 114
tahun dan telah memiliki followers lebih
dari 15.000 orang di media sosial.
Lebih dari 500.000
orang menyaksikan MTA (Muslim Television Ahmadiyah) Online. 20 stasiun radio
Jemaat Ahmadiyah telah didirikan di Mali, Burkina Faso, Sierra Leone, dan di
beberapa negara lainnya. Penambahan jumlah waqf-e-nou baru sebanyak 3.441,
sehingga sekarang Jemaat memiliki total
anak waqf-e-nou sebanyak 60.269 (36.437 waqfeen dan 23.822 waqeefat).
Sejauh ini Humanity
First, organisasi kemanusiaan Ahmadiyah, sudah terdaftar di 49 negara dengan lebih dari
97.000 pasien telah dirawat secara gratis. Pada tahun ini, 584.000 orang dari
119 negara dan 303 kebangsaan telah bergabung ke dalam Jemaat Ahmadiyah,
Alhamdulillah.Beberapa di antaranya dari Mali (140.000 orang), Nigeria (70.000
orang), Senegal (24.000 orang), dan Pantai Gading (14.000 orang).
Pertemuan tahunan
atau Jalsah Salanah di UK sendiri dihadiri oleh tidak kurang dari 30.000 orang
dari 90 negara seperti yang dilaporkan oleh warta berita terkemuka seperti The Guardian, Vanguard, National Mirror, Murhi
International Television, dan Television
Continental TVCdi lahan seluas kurang lebih 10 hektar di kota Hampshire,
sebuah daerah di dekat London. Pertemuan tiga hari ini diisi oleh ceramah serta
diskusi religius tentang ketuhanan dan Islam yang damai.
Jalsah Salanah yang
diselenggarakan pada tanggal 12 Agustus ini juga dihadiri juga oleh beberapa anggota parlemen, pemimpin masyarakat dan
diplomat dari berbagai negara
yang menyampaikan sambutan mereka dalam acara pertemuan tahunan tersebut.
Abdul Qudus, salah
seorang peserta Jalsah, menyampaikan kepada The
Guardian “Kami di sini bersama dan berdoa bersama sebagai sebuah komunitas
internasional lintas budaya dan bangsa. Sungguh ini sebuah pemandangan yang
sangat
indah dan luar biasa.”
Pada tahun ini, MTA (Muslim Television
Ahmadiyya) menyiarkan pelaksanaan Jalsah Salanah
UK dengan terjemahan secara sere mpak dalam
13 bahasa.
Di tempat lain, menjelang siang hari,
untuk
memenuhi kebutuhan konsumsi para peserta jalsah Agha
Abdul Karim Abed telah membakar 56.000 roti. Ia sudah bekerja
di peternakan Hampshire sejak pukul 05.30 pagi dan
target ia adalah membuat 150.000
buah roti pipih sebelum hari berakhir.
Jalsah Salanah UK
sendiri pertama kali diadakan pada tahun
1964 di Masjid Baitul Fazl, London Selatan, dengan dihadiri oleh beberapa peserta. Kini,
jumlah peserta Jalsah telah berkembang menjadi lebih dari 30.000
peserta dari seluruh dunia sehingga harus ditampung
di sebuah lahan peternakan yang
luas di Hampshire.
Mohammed Nasser Khan, seorang penanggung jawab keseluruhan acara,
telah menghitung beban logistiknya untuk penyelenggaraan Jalsah ini.
Sekitar 5.000 sukarelawan bekerjasama untuk menyediakan makanan,
keamanan, transportasi dan parkir,
akomodasi, pertolongan pertama, penerjemahan dan pameran-pameran.
Segala pencapaian
yang sangat luar biasa yang telah disebutkan di atas, seperti halnya pendirian
Masjid-masjid, pencetakan buku-buku, penerjemahan Qur'an yang berujung kepada
baiatnya ratusan ribu orang masuk ke dalam jemaat Ahmadiyah, merupakan buah dari
pengorbanan dan pengkhidmatan para anggota ahmadi di seluruh dunia yang tidak
kenal lelah. Ruh pengorbanan tersebut timbul secara alami dan kuat mengakar dalam
hati para Ahmadi karena dihidupkan dan dipupuk sedari kecil. Anggota Ahmadi,
sedari anak-anak sudah dibiasakan untuk siap sedia dalam menghadapi segala
macam pengorbanan, terutama pengorbanan waktu dan harta. Hal ini tertera pada
janji badan- badan Ahmadiyah, seperti;
Athfal (anak-anak), Khuddam (pemuda laki-laki), Anshar (orang tua.
laki-laki) dan lajnah Imaillah (perempuan dewasa) Pengorbanan waktu, contohnya
aktif ikut serta dalam kegiatan kegiatan Jemaat seperti berkhidmat untuk
melayani para peserta dan tamu di Jalsah Salanah dan lain lain. Sedangkan untuk
pengorbanan harta, dalam Jemaat juga dibiasakan untuk membayar pengorbanan yang
bersifat rutin seperti Candah Am dan Wasiyat, Iuran Badan, Tahrik Jadid ataupun
Waqfi Jadid. Oleh karena pengorbanan Harta dan waktu inilah seluruh roda
kegiatan dan syiar Agama dari yang berskala kecil sampai yang berskala
internasional dapat terlaksana dengan baik. Tanpa adanya pengorbanan ini,
mustahil kemenangan Islam yang di perjuangkan Ahmadiyah dapat terwujud. Maka
sambutlah seruan untuk berkorban waktu dan harta ini, karena memang pengorbanan
inilah yang merupakan ciri orang Islam karena disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW
dan para sahabatnya di masa perjuangannya memenangkan Islam. Inilah saatnya
kita semua ikut berkontribusi nyata untuk kemenangan Islam. Tampil di barisan
terdepan membantu dan melayani agama, bukan termasuk orang yang berpangku
tangan, tertinggal di belakang dan luput dari karunia yang besar dari Allah
ta'ala..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar