Kita,
bangsa Indonesia, rupanya sulit bersepakat untuk hal-hal sederhana yang
seharusnya bisa disepakati. Paling nyata dalam bidang bahasa. Saya sulit
mengerti mengapa kata-kata serapan dari bahasa Arab--yang asalnya sama--diserap
secara berbeda-beda. Maka, satu kata versinya banyak sekali. Pusat Bahasa dan
ahli-ahli bahasa gamang.
Ketika aset-aset Ahmadiyah dirusak, ada teman yang bertanya:
"Mana yang benar: JEMAAT atau JEMAAH atau JAMAAH Ahmadiyah? Kalau JEMAAT
kan berbau Nasrani. Kalau JAMAAH, wong Ahmadiyah tidak diakui sebagai bagian
dari Islam. Lantas, bagaimana?"
Jawaban saya sederhana saja:
"Kita lihat papan nama. Tulisannya: JEMAAT AHMADIYAH. Yah, kita pakai saja
JEMAAT biar sesuai dengan cara orang Ahmadiyah menyebut organisasinya."
Saya buta bahasa Arab, tapi berdasar beberapa penjelasan ahli bahasa, kata-kata
ini akarnya sama. Tapi mengapa bisa berbeda-beda? Bahkan, ada JEMAAT yang
menurut kamus khusus dipakai untuk menyebut kumpulan orang kristiani. Saya tertawa
karena orang Kristiani di Indonesia hampir tidak ada yang paham bahasa Arab.
Kecuali beberapa gelintir teolog macam Remy sylado atau Bambang Noorsena atau
Romo Parera.
JEMAAT
Memang selalu dipakai di lingkungan kristiani, entah Katolik atau Protestan.
Ada buku KIDUNG JEMAAT. Surat-surat Paulus selalu ditujukan kepada JEMAAT. Ada
JEMAAT di Roma, Korintus, Galatia, Efesus, Kolose, Tesalonika.
Lagu-lagu liturgi Katolik selalu pakai JEMAAT. Contoh: JEMAAT ALLAH BERZIARAH.
Jemaat, Allah, ziarah, pastilah serapan dari bahasa Arab juga. Teman-teman
aliran Pentakosta punya denominasi SIDANG JEMAAT ALLAH sebagai terjemahan The
Assembly of God.
JEMAAH
Hampir sama dengan JEMAAT. Ada beberapa media merujuk ke komunitas muslim, tapi
tidak pernah untuk kristiani.
JAMAAH
Teman-teman editor di koran-koran Jawa Timur merasa istilah ini paling afdal
untuk merujuk komunitas islami. JAMAAH HAJI, tidak pernah JEMAAT HAJI. JAMAAH
salat Jumat. JAMAAH pengajian ibu-ibu. JAMAAH nahdlatul ulama. JAMAAH Ahmadiyah
tidak dipakai karena--itu tadi--dianggap sempalan Islam.
JAMAAH Gereja Kristen Bethel juga tak pernah dipakai karena dianggap janggal
oleh para editor. "Wong nasrani iku cocoke JEMAAT, bukan JAMAAH,"
kata seorang penyunting senior. Hehehe... Akar katanya kan sama, Bung! Tapi
saya orang biasa yang tidak mampu mengubah paadigma ini.
JAMIYAH
Ini juga khas islami, biasa dipakai untuk merujuk organisasi muslim.
Persoalan ini akarnya sederhana saja. Serapan kata-kata Arab sejenis
JEMAAH/JEMAAT, MUSYAWARAH/MUSYAWARAT, AMANAH/AMANAT, MUNAJAH/MUNAJAT/
IBADAH/IBADAT, HIKMAH/HKMAT... itu 'dimatikan' dengan fonem H atau T? Menurut
saya, Pusat Bahasa atau para pakar bahasa segera bikin kajian mendalam, lalu
bersepakat.
Dengan begitu, kita punya standar. Tidak ada lagi JEMAAT versi Kristen atau
Ahmadiyah atau JEMAAH atau JAMAAH yang bikin bingung itu. Macam Malaysia
itulah. Negara tetangga itu sudah punya pola penyerapan kata-kata Arab ke dalam
bahasa Melayu yang standar. Masa sih kita sebagai sesama bangsa Indonesia harus
terbedakan hanya gara-gara cara penyerapan kata-kata asing yang berbeda.
Saya sendiri merujuk pada Prof. Dr. Jos Daniel Parera, munsyi, pakar bahasa
dari IKIP Jakarta, yang pernah mengkaji kata-kata serapan dari bahasa Arab ini.
Yakni, memilih fonem T dan bukan H karena lebih konsisten dan sesuai dengan
standar penyerapan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun di bahasa kita.
Maka, saya sejak dulu menggunakan JEMAAT [tak peduli Islam, Kristen, Ahmadiyah,
Buddha, Hindu...], MUSYAWARAT, AMANAT, HIKMAT, IBADAT, MUNAJAT... dan
seterusnya.
Jemaat = mengikuti logat bahasa urdu.
BalasHapusSeperti khilafah menjadi khilafat.
Sekarang banyak kata juga yg sudah baku. Seperti umat, seharusnya kan kalau mau mengikuti yg tadi jadinya umah.. Sebetulnya semuanya sama saja maksudnya, seperti jg amanat dg amanah, dll
Jemaat = mengikuti logat bahasa urdu.
BalasHapusSeperti khilafah menjadi khilafat.
Sekarang banyak kata juga yg sudah baku. Seperti umat, seharusnya kan kalau mau mengikuti yg tadi jadinya umah.. Sebetulnya semuanya sama saja maksudnya, seperti jg amanat dg amanah, dll